Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Ngentot Asti Sang Janda Ratu Sex
Linda Lendir
03.53
Cerita Dewasa ini adalah Pengalaman Sex Kisah Nyata Cerita Dewasa Asti Sang Janda Ratu Sex merupakan pengalaman sex yang sangat susah untuk di lupakan. Cerita sex kali ini berdasarkan pengalaman dari pengirim cerita yang tidak mau di sebutkan nama nya , untuk menghormati itu kami menggunakan nama palsu dalam Cerita 17+ kali ini.Untuk itu silahkan langsung di simak cerita nya :
Kisah Sex Ngentot Asti Sang Janda Ratu Sex
Namaku Asti, biasa dipanggil “Sri” saja, asli dari Solo, pernah 4 kali menikah, tapi tidak pernah bisa hamil, sehingga mantan-mantan suami semua meninggalkanku, bodyku sexy, kulitku kuning langsat, tinggiku 161 cm dengan berat badan 50 kg, “kamu persis Desy Ratnasari, Sri!”, kata mantan suamiku terakhir. Banyak laki-laki lain juga mengatakan aku persis seperti Desy Ratnasari.
Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di kota Gudeg Yogyakarta, majikanku seorang janda berusia 50 thn, Ibu Shellaiati yang masih bekerja sebagai pegawai negeri di Gubernuran. Anaknya 3 orang. Cerita Sex 2016
Yang pertama perempuan, Aryati berusia 28 thn, bekerja sebagai sekretaris, 2 bulan lagi akan menikah. Yang kedua juga perempuan, Suryati berusia 25 thn, bekerja sebagai guru. Yang ketiga laki-laki, satu- satunya laki-laki di rumah ini, tampan dan halus budi-pekertinya, Harianto berusia 22 thn, masih kuliah, kata Ibu Shella, Mas Ton (demikian aku memanggilnya) tahun depan lulus jadi insinyur komputer. Wah hebat, sudah guaaanteng, pinter pula… Setiap pagi, aku selalu bangun jam 4:30, sebelum bekerja aku sudah mandi dengan sangat bersih, berpakaian rapi. Aku selalu memakai rok panjang hingga semata- kaki, bajuku berlengan panjang.
Aku tahu, Ibu Shella senang dengan cara berpakaianku, dia selalu memujiku bahwa aku sopan dan soleha, baik sikap yang santun, maupun cara berpakaian. Meskipun begitu, pakaianku semuanya agak ketat, sehingga lekukkan tubuhku cukup terlihat dengan jelas. Mas Ton sering melirik ke arahku sambil terkagum-kagum melihat bentuk tubuhku, aku selalu membalasnya dengan kedipan mata dan goyangan lidah ke arahnya, sehingga membuat wajahnya yang lugu jadi pucat seketika. Paling telat jam 7:15, mereka semua berangkat meninggalkan rumah, kecuali Mas Ton sekitar jam 8:00.
Aku tahu, Mas Ton sangat ingin menghampiriku dan bercinta denganku, tapi ia selalu nampak pasif, mungkin ia takut kalau ketahuan ibunya. Padahal aku juga ingin sekali merasakan sodokan keperjakaannya. Pagi itu, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Ton dan aku yang ada di rumah, Mas Ton belum keluar dari kamar, menurut Ibu Shella sebelum berangkat tadi bahwa Mas Ton sedang masuk angin, tak masuk kuliah. Bahkan Ibu Shella minta tolong supaya aku memijatnya, setelah aku selesai membersihkan rumah dan mencuci pakaian. “Baik, Bu!”, begitu sahutku pada Ibu Shella.
Ibu Shella sangat percaya kepadaku, karena di hadapannya aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh meninggalkan rumah, aku segera masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok supermini dan kaus singlet yang ketat dan sexy. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar dan pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul, kuurai lepas memanjang hingga sepinggang. Selengkapnya....!!!
Kisah Bokep
,
Kisah Dewasa
,
Kisah Hot
,
Kisah Mesum
,
Kisah Nafsu
,
Kisah Ngentot
,
Kisah Nyata
,
Kisah Sex

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...